Ask The Expert

Pertanyaan

Autisme

Eka Julia 2 tahun lalu

Apa penyebab anak terkena autisme?


Pakar Menjawab
dr. Gwenda Dellagusta Kamis, 31 Agustus 2017

Selamat malam. 

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

Penyebabnya belum diketahui dengan pasti, akan tetapi terdapat beberapa faktor risiko terjadinya autismei:

  • Anak laki-laki memiliki risiko hingga 4 kali lebih tinggi mengalami autisme dibandingkan dengan anak perempuan.
  • Faktor keturunan
  • Janin terpapar alkohol dan obat-obatan (terutama obat epilepsi) selama berada di dalam kandungan
  • Pengaruh gangguan lainnya, seperti sindrom Down, distrofi otot, neurofibromatosis, sindrom Tourette, lumpuh otak (cerebral palsy) serta sindrom Rett.
  • Kelahiran prematur, khususnya bayi yang lahir pada masa kehamilan 26 minggu atau kurang.

Gejala autisme:

  • Perkembangan bicara yang lamban atau sama sekali tidak bisa bicara
  • Tidak pernah mengungkapkan emosi atau tidak peka terhadap perasaan orang lain
  • Tidak merespons saat namanya dipanggil, meski kemampuan pendengarannya normal
  • Tidak mau bermanja-manja atau berpelukan dengan orang tua serta saudara
  • Cenderung menghindari kontak mata
  • Jarang menggunakan bahasa tubuh
  • Jarang menunjukkan ekspresi saat berkomunikasi
  • Tidak bisa memulai percakapan, meneruskan obrolan, atau hanya bicara saat meminta sesuatu
  • Nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot
  • Sering mengulang kata-kata dan frasa, tapi tidak mengerti penggunaannya secara tepat
  • Cenderung terlihat tidak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana
  • Tidak memahami interaksi sosial yang umum, misalnya cara menyapa
  • Memiliki kelainan dalam pola gerakan, misalnya selalu berjinjit
  • Lebih suka rutinitas yang rutin dan berulang dan marah jika ada perubahan
  • Tidak bisa diam
  • Melakukan gerakan repetitif, misalnya mengibaskan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan dan belakang
  • Cara bermain repetitif dan tidak imajinatif, misalnya menyusun balok berdasarkan ukuran atau warna daripada membangun sesuatu yang berbeda
  • Hanya menyukai makanan tertentu, misalnya memilih makanan berdasarkan tekstur atau warna
  • Sangat terpaku pada topik atau kegiatan tertentu dengan intensitas fokus yang berlebihan
  • Cenderung sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tapi tidak merespons terhadap rasa sakit

Jika menemukan gejala tersebut pada anak, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa anak agar diagnosa dapat ditegakan dan penanganan diberikan dengan tepat.

Semoga dapat membantu dan sehat selalu.

Pertanyaan Lainnya

Batas minum susu

ada ngga sih batasan bagi kita untuk minum susu dalam satu hari? dan jika melampaui batas, apa akibatnya?

Atsirudy Wibowo 6 bulan lalu
Agar tidak mudah tertular dan pilek

Anak saya selalu terkena flu karena tertular di sekolah, bagaimana cara mencegahnya,karena saya telah memberi multivitamin dll tetapi tetap tidak berhasil.

Nadia Susan 6 bulan lalu
Menghitung kebutuhan kalori harian

Bagaimana menghitung kebutuhan kalori yang harus saya makan tiap hari ?

Nadia Susan 6 bulan lalu
Apakah pneumonia menular?

Apakah pneumonia menular?

Nadia Susan 6 bulan lalu
Penyebab stroke

penyebab stroke apa?

Lia Rusliani 6 bulan lalu

Ayo bertanya seputar kesehatan ke pakarnya!

Konsultasikan Kesehatan dan Nutrisi Milk Lovers bersama dr. Gwenda Dellagusta.