Berita kepergian Adara Taista—menantu Hatta Rajasa—pada 19 Mei 2018 kembali mengingatkan publik akan ganasnya kanker. Adara yang usianya masih 20 tahunan menderita kanker kulit atau melanoma sejak sebelum menikah. Dia sempat menjalani pengobatan di Amerika Serikat hingga Jepang sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Melanoma, kanker yang ditakuti kaum Hawa

Milk Lovers mungkin kurang familier dengan jenis kanker ini dibandingkan kanker payudara atau kanker rahim. Kenyatannya, melanoma menjadi kanker kedua penyebab kedua di kalangan kaum Hawa. Bahkan penyakit kronis ini rentan dialami perempuan dalam rentang usia 15 sampai 29 tahun.

Disitat dari website resmi Badan Kesehatan Dunia atau WHO, pasien yang mengalami kanker kulit telah mengalami peningkatan.

Setidaknya ada dua hingga tiga juta kasus kanker kulit non-melanoma dan sekitar 132.000 kasus melanoma terjadi di dunia. Sementara menurut Dr. Vernon Sonda selaku ketua Department of Cutaneous Oncology, Moffitt Cancer Center, para pasien muda—khususnya anak-anak dan remaja—tercatat lebih sering mengunjungi dokter kulit hingga menjalani biopsi dibandingkan 20 tahun silam. Fenomena ini terbilang jarang terjadi berpuluh-puluh tahun lalu.

Faktor-faktor yang menyebabkan melanoma

Menyoal faktor penyebab, Dr. Sondak menyatakan bahwa pemakaian tanning bed atau indoor tanning jadi salah satu faktor pemicu kanker kulit. Jika Milk Lovers belum tahu, tanning bed merupakan kapsul yang akan menyinari tubuh dengan cahaya ultraviolet atau sinar UV selama kurang lebih 10-20 menit. Alat ini sering kali dimanfaatkan sebagai jalan pintas mendapatkan kulit kecokelatan atau gelap tanpa harus berjemur lama-lama di bawah sinar matahari.

Perempuan muda yang menganggap tanned skin sebagai tolak ukur kecantikan adalah peminat utama tanning bed. Faktanya, menurut Dr. Sondak, alat tersebut mengandalkan paparan intensitas tinggi yang berpotensi merusak sel DNA kulit. Pemakaian dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan kanker kulit melanoma. Peluang pun akan semakin besar bila kulit mengalami perubahan warna.

Pada umumnya, paparan sinar ultraviolet secara langsung pada kulit merupakan penyebab utama kanker kulit. Apalagi kalau Milk Lovers jarang memakai pelembap kulit atau tabir surya. Faktor selanjutnya yang memperbesar kemungkinan melanoma adalah faktor keturunan, mempunyai kulit putih, memiliki iris mata berwarna terang, atau Milk Lovers punya lebih dari 50 tahi lalat di tubuh.

Faktor-faktor itulah yang membuat melanoma jarang terdengar di Indonesia, karena sebagian besar masyarakat di Tanah Air mempunyai kulit berwarna sawo matang hingga cokelat gelap. Namun, bukan berarti Milk Lovers jadi abai menjaga kulit. Pastikan kulit Milk Lovers mendapatkan perlindungan ekstra dengan memakai produk kecantikan atau kesehatan yang sesuai. Jangan lupa untuk menjaga gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan-makanan bergizi.