Sakit punggung adalah keluhan umum yang dapat dialami berbagai lapisan, tak terkecuali remaja. Namun, apa Milk Lovers tahu bahwa gangguan tersebut berkaitan dengan tindakan kriminal seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang?

Nyeri Punggung dan Dampaknya Pada Remaja

Kaitan nyeri punggung dengan konsumsi obat terlarang ditemukan dalam penelitian yang dirilis pada Journal of Public Health. Dikatakan remaja dengan sakit pada punggung punya kecenderungan untuk jadi perokok, peminum alkohol, hingga mengalami masalah mental mencakup kecemasan hingga depresi. Nyeri punggung menahun yang dibiarkan pun berisiko meningkatkan peluang kematian.

Masih dari penelitian yang sama, remaja berusia 14 sampai 15 tahun yang menderita sakit punggung lebih dari sekali dalam seminggu punya kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar untuk merokok atau meminum minuman beralkohol. Kombinasi nyeri punggung dengan gaya hidup tidak sehat yang tak segera ditangani akan menjadi kebiasaan hingga remaja dewasa nanti. 

Kurang Pedulinya Orangtua Pada Nyeri Punggung Anak

Satu hal yang sangat disayangkan adalah sebagian besar orangtua menganggap nyeri punggung yang dialami anak-anak mereka seperti keluhan biasa, Milk Lovers. Mereka mengira gangguan ini akan hilang sendirinya setelah anak istirahat atau minum obat. Kenyataannya, ada bahaya yang mengintai dan berisiko mengancam kesehatan mereka.

Saraf dan tulang belakang manusia merupakan bagian tubuh penting dengan struktur khas, baik dari segi bentuk hingga fungsinya. Pada remaja, sakit yang muncul di punggung umumnya dipicu postur tubuh buruk. Pada kondisi kronis, postur tersebut akan menyebabkan efek samping pada ligamen, menarik otot, hingga mengubah struktur tulang bungkuk. Akibatnya, mereka bakal mempunyai postur tubuh bungkuk atau berkelok.

Di sisi lain, nyeri punggung dapat jadi tanda penyakit tertentu seperti ginjal hingga tumor. Maka membiarkan remaja tersiksa lama dengan gangguan ini jelas bakal memberikan dampak lebih parah dan mematikan.

Sebelum kemungkinan buruk terjadi, ada sejumlah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjauhkan remaja dari nyeri punggung dan efek sampingnya, antara lain:

  • Jangan duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Luangkan waktu beberapa menit untuk stretching dan jalan-jalan agar otot tubuh tak terlalu tegang;
  • Pilih jenis tas yang sesuai dan tak membebani punggung. Bawaan berat kerap kali membuat punggung remaja cenderung bungkuk dan tas selempang akan menciptakan postur tubuh timpang;
  • Pastikan anak mengikuti jenis olahraga yang bakal membuat postur tubuh mereka terjaga, misalnya berenang, basket, dan senam;
  • Buat remaja dalam fase pubertas nyaman dengan bentuk tubuhnya. Mereka harus mendapat dukungan dari keluarga agar percaya diri dan semangat menjalani hari-harinya.

Nah, mudah-mudahan dengan informasi ini Milk Lovers dapat menjaga postur tubuh dan lebih waspada terhadap sakit pada punggung.