Jika sudah sangat mengidolakan, terkadang seorang penggemar akan melakukan apapun agar sama persis dengan idolanya, termasuk dalam hal tren kehamilan selebriti. Contohnya, tren diet karbohidrat, melahirkan di rumah (bukan di bidan atau rumah sakit), lotus birth, dan lainnya.

Hati-hati Milks Lovers, ada beberapa alasan yang membuat tren kehamilan para selebriti tidak bisa kamu ikuti. Mau tahu apa saja? Simak yuk alasannya berikut ini!

Didampingi Ahli Gizi

Selama masa kehamilan, selain dokter kandungan, para selebriti pun biasanya didampingi oleh ahli gizi. Jadi saat menjalankan diet karbohidrat selama masa kehamilan, mereka masih bisa menjalani program kehamilan sehat dengan adanya nasihat dari dokter dan pakar gizi.

Jelas ini berbeda dengan kebanyakan hanya mengandalkan bidan dan dokter saja. Itu pun pemeriksaannya tidak rutin tiap bulan. Sudah jelas menjalankan diet selama masa kehamilan bisa berbahaya!

Tetap Olahraga

Beberapa selebriti terlihat tetap aktif berolahraga selama masa kehamilan, bahkan mereka terlihat melakukan olahraga yang cukup ekstrem, seperti angkat beban, aerobik, acro yoga dan lainnya. Tentu saja postingan mereka akan membuat kamu tergoda melakukan olahraga yang sama.

Tapi ingat, mereka selalu didampingi oleh para trainer berpengalaman. Selain itu, porsi olahraga mereka pun sebenarnya dibatasi. Hal ini untuk mencegah risiko kelelahan, yang bisa menyebabkan keguguran.

Melahirkan di Rumah

Tren melahirkan di rumah jadi pilihan beberapa selebriti. Tapi ingat, kamu jangan pernah punya niat untuk mencontoh tren ini. Pasalnya, keterbatasan alat dan tempat yang tidak memadai justru bisa membawa masalah selama persalinan.

Perlu diingat, mereka yang memilih melahirkan di rumah sudah mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan, termasuk tenaga medis profesional dan rencana cadangan jika harus dirujuk ke rumah sakit.

Lotus Birth

Ikatan Dokter Indonesia ataupun Perkumpulan Dokter Kebidanan Indonesia, tidak pernah menyarankan lotus birth, atau metode persalinan tanpa memotong tali pusat dengan tujuan untuk mempertahankan hubungan plasenta dengan bayi. Tali pusat ini nantinya akan dibiarkan hingga terlepas sendiri secara alami.

Menurut mereka yang melakukan metode ini, lotus birth dipercaya mampu menurunkan stres pada bayi, dan menurunkan risiko anemia. Padahal hingga kini belum ada penelitian yang berhasil membuktikan semua manfaat tersebut.

Selain itu, perawatan plasenta yang belum terpotong atau lepas secara alami, bisa sangat merepotkan, bahkan malah berisiko menyebabkan infeksi jika tidak ditangani dengan baik.