Sejatinya, susu UHT dan susu full cream tidak bisa dibedakan begitu saja karena nama (istilah) kedua susu tersebut tidak merujuk pada satu golongan susu yang sama. Seluruh jenis susu bisa dijadikan susu UHT, termasuk salah satunya susu full cream. Untuk lebih jelasnya, Milk Lovers bisa simak penjelasan berikut ini.

Susu UHT (ultra-high temperature) merupakan semua jenis susu yang diolah dengan dipanaskan pada suhu tinggi, yakni sekitar 135 derajat Celcius selama 1–2 detik. Metode pemanasan super panas ini bertujuan untuk membunuh bakteri yang ada pada susu, sehingga susu aman dikonsumsi dan memiliki umur simpan yang lebih lama.

Sementara susu full cream merupakan susu dengan kandungan lemak aslinya tetap dipertahankan. Karena itulah susu full cream masih mengandung kadar lemak yang tinggi, yaitu kurang lebih 8 gram per gelasnya. Susu full cream memiliki rasa yang gurih karena kadar lemaknya yang tinggi.

Sama dengan susu jenis lain, susu full cream juga bisa diolah dengan proses UHT. Proses UHT tidak akan berpengaruh pada kandungan lemak pada susu full cream karena metode pemanasan pada proses UHT hanya bertujuan membunuh bakteri yang ada pada susu dan tidak berpengaruh apapun pada kandungan lemak asli yang terkandung dalam susu full cream dan seluruh manfaat kesehatan dari susu tidak akan ada yang hilang.

Nah, untuk merasakan manfaat yang maksimal dari susu, Milk Lovers dan keluarga tercinta disarankan untuk mengonsumsi 2 gelas susu Ultra Milk Full Cream yang diproses dengan cara UHT, setiap harinya, yaitu pada pagi dan malam hari. Semoga informasinya bermanfaat!