CLOSE X
Percayalah, Konsumsi Susu Nggak Bikin Gemuk Kok!

Percayalah, Konsumsi Susu Nggak Bikin Gemuk Kok!

Manfaat Susu
Manfaat Susu
Wednesday, 22 Mar 2017

Meski kaya akan manfaat, ternyata masih ada segelintir orang yang enggan minum susu. Minuman yang diperoleh dari hewan perah dan beberapa jenis tumbuhan ini dikenal akan nutrisi tinggi dan kalsium yang bagus untuk kesehatan tulang. Lantas, mengapa masih ada orang-orang yang takut sampai menghindari susu dari menu santapan mereka, ya, Milk Lovers?

Minum Susu Bisa Bikin Gemuk?

Rupanya, ada segelintir orang yang ogah minum susu karena mitos susu yang dapat menambah berat badan hingga memicu kegemukan. Mitos tersebut berkembang karena susu mengandung lemak. Selama ini, lemak selalu diidentikan sebagai biang dari perut buncit atau badan melar. Padahal, tidak semua jenis lemak berbahaya untuk tubuh. Malah ada lemak baik yang sangat dibutuhkan Milk Lovers, salah satunya berada di dalam susu segar. Meski susu segar mengandung lemak, tetapi lemaknya mampu membakar kadar lemak berlebih di tubuh, sehingga membantu Milk Lovers menjaga bentuk badan.

Emilia Achmadi MS, RD selaku ahli gizi pun menyatakan dalam situs lifestyle.okezone.com, protein yang terkandung dalam susu segar sanggup membakar lemak. Bahkan manfaat tersebut dapat diperoleh dari susu full cream yang notabene tinggi akan kandungan lemak. Sehingga, kalau dikonsumsi secara teratur dan sesuai dengan takaran akan membantu Milk Lovers menciptakan bentuk tubuh proposional dam ideal.

Mengapa lemak dalam susu dinilai sehat? Sebab, susu mengandung lemak jenuh natural. Dalam kadar yang tepat dan terkontrol, lemak tersebut akan memicu sel lemak cokelat—sel lemak yang eksis selain sel lemak putih dan kuning—untuk membantu proses pembakaran lemak. Hal ini akan semakin ditunjang kalau Milk Lovers juga rutin berolahraga. Sel lemak pun akan melakukan hal yang sama saat Milk Lovers berada dalam temperatur dingin.

Kemudian, protein yang terkandung di dalam susu akan mendorong lemak cokelat untuk membakar lemak, sebab tahap proses protein susu ternyata membutuhkan energi yang lebih banyak. Kalau dalam segelas susu segar mengandung sekitar 180 kilo kalori, maka tubuh pun akan membutuhkan kalori lebih atau ongkos kalori yang diperlukan demi mengolah protein.

Emilia menjelaskan bahwa hal tadi terjadi karena protein susu sukar dicerna sehingga memerlukan ongkos kalori lebih untuk membantunya. Selain itu, kinerja hati pun akan terbantu, selama susu segar dikonsumsi dengan kadar yang normal dengan takaran sekitar 600-700 cc per hari.
 

KOMENTAR

BACK TO
TOP
Stay Connected

BE PART OF US

Daftarkan e-mail kamu dan dapatkan info / tips seputar susu dan kegiatan lainnya