CLOSE X
Mau Ikut Sterilisasi? Kenali Dulu Yuk Jenisnya!

Mau Ikut Sterilisasi? Kenali Dulu Yuk Jenisnya!

Tips Kesehatan
Tips Kesehatan
Friday, 10 Mar 2017


Sterilisasi atau tubektomi merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang dapat Milk Lovers ambil untuk mencegah terjadinya kehamilan secara permanen. Sebagian besar ahli kesehatan merekomendasikan cara ini kepada wanita yang punya risiko tinggi jika mereka hamil atau melahirkan, karena dinilai akan membahayakan nyawanya atau janin dalam kandungannya. Selain itu, sterilisasi umumnya dilakukan kepada wanita berusia di atas 35 tahun dengan pertimbangan yang sangat matang.

Milk Lovers juga harus mengenal jenis-jenis sterilisasi sebelum mengambil tindakan ini. Berdasarkan tujuan, sterilisasi terdiri dari empat macam, yaitu:


  1. Sterilisasi hukuman atau compulsary sterilization;

  2. Sterilisasi eugenik, yakni jenis sterilisasi untuk mencegah perkembangan kelainan mental secara genetik atau turun menurun;

  3. Sterilisasi medis, yakni jenis sterilisasi yang dilakukan sesuai indikasi medis untuk keselamatan wanita, sebab kehamilan berikutnya diprediksi berisiko tinggi;

  4. Sterilisasi sukarela, yakni jenis sterilisasi yang mempunyai beberapa tujuan dari segi eknomi, kesehatan, serta kependudukan.

Sementara itu, ada pula jenis-jenis sterilisasi berdasarkan caranya, antara lain:


  • Pomeroy. Dalam metode ini, bagian tengah tuba falopi akan diangkat sampai membentuk lengkungan. Kemudian, bagian bawahnya akan diklem dan diikat menggunakan benang yang mampu diserap jaringan. Selanjutnya, pemotongan atau tubektomi dilakukan di bagian atas ikatan. Begitu luka sembuh dan benangnya terserap, kedua ujung tuba tadi pun akan terpisah;

  • Kroener. Dengan cara ini, tuba akan diangkat pada bagian fimbira menggunakan klem. Lalu, akan dibuat dua ikatan. Selanjutnya, fimbirektomi dilakukan pada ujung yang tidak terikat;

  • Madlener. Hampir sama dengan pomeroy, karena bagian tengah tuba akan diangkat dan diklem. Bagian bawah lau diklem, diikat memakai benang yang mudah diserap jaringan. Selanjutnya, klem akan dilepas dan dibiarkan tanpa ada proses pemotongan;

  • Aldridge. Dalam metode ini, tim medis akan membuat insisi kecil pada bagian peritonium yang kemudian akan sedikit dibuka memakai klem. Setelah fimbira ditangkap, tanamkan ke dalam atau di bawah ligamentum. Setelah itu, luka dijahit;

  • Uchida. Begitu ditemukan, tuba akan diikat ke luar untuk kemudian disuntik pada sekitar ampula dengan larutan salin-adrenalin. Insisi dilakukan pada bagian tersebut. Selanjutnya, tuba diikat untuk dipotong;

  • Irving. Cara terakhir adalah dengan mengikat tuba di dua tempat memakai benang, lalu proses pemotongan atau tubektomo dilakukan di antara kedua ikatan. Insisi kecil lantas dibuat ke dalam miometrium yang berada pada sudut fundus uteri. Di ujung samping proksimal, insisi miometrium dibenamkan.

Selain metode-metode di atas, ada pula sterilisasi dengan menyumpat atau menutup saluran telur yang akrab disebut laparoskopi. Metode sterilisasi mana pun yang nantinya Milk Lovers ambil tidak lepas pula dari efek samping yang harus ditangani untuk mengurangi risiko seperti komplikasi.

KOMENTAR

BACK TO
TOP
Stay Connected

BE PART OF US

Daftarkan e-mail kamu dan dapatkan info / tips seputar susu dan kegiatan lainnya