Serangan jantung yang terjadi pada usia berapa pun dianggap sebagai peristiwa yang serius. Apalagi sekarang, kalangan muda seperti remaja ikut rentan mengalami serangan jantung seperti halnya para manula. Meski prospek jangka pendek pada korban berumur di bawah 45 tahun lebih baik daripada yang tua, bukan berarti Milk Lovers dapat berlega hati. Justru selagi belum terjadi, Milk Lovers harus segera melakukan pencegahan sedini mungkin.

Mengenal serangan jantung pada kaum muda

Salah dua langkah awal pencegahan serangan jantung yang dapat Milk Lovers lakukan adalah dengan mengetahui gejala dan penyebab gangguan tersebut. Berdasarkan American Council on Science and Health, gejala serangan jantung yang dialami remaja mencakup tekanan di dada, berkeringat dingin, dan sesak napas. Tanda-tanda lain yang biasanya menyertai adalah mual, nyeri rahang dan dada, hingga muntah-muntah. Menyoal faktor penyebab serangan jantung pada remaja, berikut pemaparannya:

1. Penyakit Kawasaki. Penyakit Kawasaki merupakan jenis penyakit anak-anak yang langka. Anak yang menderita gangguan ini akan mengalami peradangan pembuluh darah yang mempengaruhi arteri koroner yang berperan membawa darah sarat oksigen ke jantung;

2. Hypertrophic cardiomyopathy. Faktor pemicu serangan jantung ini kerap dialami kaum muda, tak terkecuali atlet muda. Gangguan tersebut disebabkan mutasi gen di otot jantung yang diawali pembesaran sel-sel otot jantung yang mengakibatkan penebalan dinding ventrikel. Pada akhirnya ventrikel berupaya lebih keras dan membuat Milk Lovers kurang nyaman;

3. Penyakit arteri koroner (CAD). CAD biasanya lebih umum dialami pria dan sekitar 80% kaum muda yang mengalami serangan jantung biasanya dipicu penyakit ini. Pemicu CAD biasanya sumbatan arteri yang diakibatkan kolesterol, kelainan, hingga adanya gumpalan darah.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah serangan jantung?

Tak disangka bahwa ancaman terhadap jantung dipengaruhi gaya hidup yang kurang sehat. Milk Lovers yang masih sering merokok berpeluang lebih besar mengalami serangan jantung. Selain itu, kelebihan berat badan atau obesitas menjadi penyebab lain yang akan membuat remaja rentan terkena penyakit jantung. Kurang berolahraga atau melakukan latihan fisik, mengonsumsi obat-obatan terlarang, hingga ketidakpedulian terhadap kesehatan tanpa disadari akan mengantarkan kesehatan jantung Milk Lovers pada status terburuk.

Kemungkinan serangan jantung pada remaja pun semakin besar mengingat kebiasaan-kebiasaan buruk di atas lebih sering ditemukan pada muda-mudi. Jika Milk Lovers masih melakukan satu atau beberapa kegiatan yang kurang menyehatkan, ada baiknya untuk dikurangi atau ditinggalkan demi keselamatan jantung. Namun, kalau Milk Lovers punya riwayat penyakit Kawasaki atau hypertrophic cardiomyopathy harus sanggup mempraktekkan gaya hidup demi mengecilkan peluang serangan jantung yang bisa muncul kapan saja.

Demikian ulasan seputar penyebab, gejala, dan pencegahan serangan jantung pada remaja. Semoga bermanfaat, ya!