CLOSE X
Kesungguhan hati demi yang terbaik dari alam.
Yuk Nikmati Keindahan Masa Lampau dengan Main Ke Candi Ratu Boko!

Yuk Nikmati Keindahan Masa Lampau dengan Main Ke Candi Ratu Boko!

Fun Fact
Fun Fact
Sunday, 19 Mar 2017

Yogyakarta ternyata tidak hanya memiliki Candi Prambanan yang terkenal tetapi ada pula Candi Ratu Boko yang tidak kalah menarik. Tempat ini sangat cocok untuk berjalan – jalan, melihat pemandangan, dan melepaskan penat serta berimajinasi membayangkan sebagai penghuni kerajaan di masa lampau. Candi Ratu Boko berad adi Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, Yogyakarta atau sekitar 3 km dari Candi Prambanan dan 18 km dari kota Yogyakarta

Candi ini di masa lampau memang merupakan sebuah istana, keraton dari peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Istana ini dibangun pada sekitar abad ke-8. Situs bersejarah ini ditemukan pertama kali pada tahun 1790an oleh seorang arkeolog asal Belanda bernama Van Boekhollz. Penemuan awal saat itu berupa sisa – sisa reruntuhan purbakala di atas bukit Ratu Boko. Penemuan tersebut 100 tahun kemudian ditindaklanjuti oleh FDK Bosch yang mengadakan penelitian bertajuk Keraton Van Ratoe Bokoe. Penemuan di atas bukit Ratu Boko tersebut akhirnya disebut dengan Keraton Ratu Boko

Setiap pengunjung akan memasuki gapura utama yang megah setelah anak tangga yang merupakan jalan masuk ke situs tersebut. Di masa lalu, mungkin seperti yang juga digambarkan dalam cerita bergambar atau film, gerbang itulah yang selalu dijaga oleh pengawal

Ketika melewati gerbang tersebut, pengunjung akan disambut dengan dua gapura yang tinggi. Gapura pertama mempunyai 2 pintu dan gapura di belakangnya mempunyai 3 pintu. Di hamparan luas area situs tersebut, sejauh mata memandang di depan samping kanan dan kiri, terdapat berbagai bentuk susunan batu kuno. Di bagian utara gapura, ada susunan batu yang dibangun kurang lebih 3 meter dari atas tanah. Gapura tersebut memiliki bentuk bujursangkar. Candi tersebut dikenal dengan nama Candi Pembakaran. Di bagian tengah terdapat lubang dengan kedalaman 2 meter. Lubang tersebut diperkirakan merupakan tempat pembakaran jenazah atau sesaji.

Menuju ke arah timur, terdapat  stupa Buddha. Bila melihat ke arah selatan, Milk Lovers dapat melihat 2 susunan batu berbentuk segiempat. Batu tersebut dibangun dengan ketinggian sekitar 2 meter. Bagian atasnya berupa susunan batu – batu polos. Tempat ini terlihat seperti panggung. Lebih condong ke arah timur laut, Anda dapat melihat bangunan menyerupai pendopo. Bangunan tersebut mirip dengan ruang pertemuan dengan bentuk segiempat yang ditutup oleh tembok rendah

Jika Milk Lovers berkunjung ke sana saat petang, cobalah melangkah ke pintu barat. Di sana Milk Lovers dapat melihat betapa indahnya pemandangan matahari terbenam. Jika Milk Lovers mengabadikannya dari belakang, maka tubuh Milk Lovers akan berpendar cahaya matahari. Adegan ini tentu mampu menggambarkan kegagahan ratu atau raja ketika keluar dari keraton untuk menyapa rakyatnya

KOMENTAR

BACK TO
TOP
Stay Connected

BE PART OF US

Daftarkan e-mail kamu dan dapatkan info / tips seputar susu dan kegiatan lainnya