CLOSE X
Kesungguhan hati demi yang terbaik dari alam.
Amankah Konsumsi Susu dari Sapi yang Sedang Hamil?

Amankah Konsumsi Susu dari Sapi yang Sedang Hamil?

Tips Kesehatan
Tips Kesehatan
Tuesday, 14 Mar 2017

Sapi perah menjadi sumber utama susu yang selama ini Milk Lovers konsumsi. Rasanya yang gurih dan kandungan kalsiumnya yang tinggi dinilai mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Tentunya sapi yang dipilih pun harus berkualitas dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Sehingga kesehatan Milk Lovers tidak akan terganggu.

Namun, timbul satu pertanyaan yang kerap menghinggapi para pecinta susu. Apakah susu dari sapi yang sedang hamil aman untuk dikonsumsi? Apalagi meningkat Milk Lovers tak tahu dari mana susu sapi yang sudah dikemas dan dijual di pasaran. Sebagian orang mencemaskan perubahan hormon yang biasanya terjadi saat sedang mengandung. Jika fluktuasi hormon pada manusia saja menimbulkan dampak, maka apakah ini juga berlaku pada susu dari sapi yang tengah hamil?

Pengaruh Hormon Terhadap Susu dari Sapi yang Sedang Hamil

Rupanya, ada sebagian pakar yang mencemaskan pula pengaruh hormon pada sapi hamil terhadap kesehatan manusia. Namun, sebuah studi terbaru yang dilakukan Universitas Ljubljana di Slovenia telah menunjukkan hasil kalau kekhawatiran tadi mungkin tidak mempunyai dasar yang pasti. Buktinya telah mereka dapatkan dari penelitian terhadap tikus yang mengonsumsi susu dari sapi hamil.

Tikus tersebut rupanya tidak memperlihatkan perubahan dalam kadar estrogen darah maupun berat dari organ reproduksi mereka. Hasil tersebut dibandingkan pula dengan tikus yang tak diberikan susu dari sapi yang sedang mengandung. Kemudian, tikus jantan yang mengonsumsi susu sapi hamil pun tidak menunjukkan penurunan kadar testosteron—hormon yang selama ini dikaitkan pada masalah reproduksi kaum pria.

Sementara itu, hasil yang serupa terjadi setelah tikus mendapat susu dengan level konsentrasi estrogen sepuluh kali lipat dari level normal yang diperoleh dari sapi hamil. Dampak dari segi fisik baru terdeteksi saat level estrogen dinaikkan menjadi seribu kali lipat dari level normal. Jadi dari riset tadi, Milk Lovers pun dapat mengambil sedikit gambaran.

Gregor Majdic, selaku penulis senior dari penelitian tersebut, mengamati plasma estrogen yang ternyata mengalami peningkatan pada dua jenis kelamin. Bobot dari rahim tikus perempuan naik, sedangkan level testosteron plasma tikus pria malah menurun. Dari sini, Milk Lovers dapat menarik kesimpulan bahwa naiknya hormon seks pada manusia bukan pengaruh dari konsumsi susu dari sapi yang sedang hamil. Majdic juga menambahkan kalau estrogen dengan konsentrasi seratus kali lebih tinggi dari tingkat normal pada susu asli tidak memberi efek fisiologis.

KOMENTAR

BACK TO
TOP
Stay Connected

BE PART OF US

Daftarkan e-mail kamu dan dapatkan info / tips seputar susu dan kegiatan lainnya